Haus
Prestasi? Jawab Tantangan Air dari Belanda
Oleh:
Mutiara Khalida
Kincir,
bunga tulip, dan peternakan adalah hal yang sangat identik dengan Belanda,
sungguh mainstream kalau kata para
muda zaman sekarang. Tetapi kalau ditanya apa hal unik mengenai Belanda, tentu
saja, Belanda dengan mdpl sebagai satuan ketinggian daratan negaranya. Hal itu
bisa jadi malapetaka yang menghilangkan daratan negara Belanda, sebenarnya.
Namun Belanda berhasil bertahan menjaga wilayahnya agar tetap mempunyai daratan
bahkan setelah diterjang banjir laut Utara pada 31 Januari 1953 dan 1 Februari
1953 yang menewaskan 1.836 jiwa. Apa sebenarnya rahasia Belanda untuk tetap
memiliki daratan? Jawabannya adalah manajemen air. Mempunyai manajemen air yang
baik tidak lantas membuat Belanda menjadi tinggi hati. Apa buktinya?
Menjadi
salah satu negara yang mempunyai
manajemen air terbaik di dunia, jika ditanya mengenai apa saja inovasi Belanda
pada air tentu akan banyak sekali hasilnya jika kita mencari jawabannya di
google. Dari hasil pengamatan yang sedemikian banyak (kalau kamu benar-benar
mencoba mengetik di google dan mengamatinya) sudah pasti dapat disimpulkan
bahwa inovasi-inovasi Belanda pada air itu bersumber dari Belanda yang
menginovasikan air menjadi sumber belajar mereka. Nah sekarang dari google mari
kita berpindah ke alamat www.hollandwaterchallenge.nl,
di sinilah kita perlu banyak highlighter teman-teman.
![]() |
sumber: http://www.hollandwaterchallenge.nl/ |
Bagi
kamu para muda yang mempunyai ide akan kelangsungan hidup manusia dengan
manajemen air, di Holland Water Challenge
lah kamu bisa berkontribusi. Holland
Water Challenge dengan tepat membidik jiwa muda yang masih haus akan
pengetahuan dan prestasi. Pada event tersebut Belanda mengajak pelajar dari
Asia, Australia, dan Eropa untuk menjawab tantangan, pertukaran pengetahuan,
membangun hubungan universitas internasional dan mempromosikan solusi manajemen
air yang berkelanjutan. Sejak 2010 Holland
Water Challenge diperluas untuk menghubungkan lebih dari 40 perusahaan,
lembaga penelitian dan universitas di seluruh dunia. Lebih dari 150 mahasiswa
pascasarjana yang ambisius dan peneliti muda ikut berpartisipasi. Bersama-sama,
mereka mengusulkan hampir 50 ide-ide baru untuk mengatasi delta dan tantangan
air. Melalui tantangan ini tak hanya prestasi, tapi kebermanfaatan untuk umat
manusia pun didapat.
Inovasi
Belanda menjadikan air sebagai bahan belajar menimbulkan banyak hal positif.
Terbukti dari diadakannya Holland Water
Challenge yang memaksa kita menjawab tantangan dari negara dengan manajemen
air yang boleh dikatakan sudah tidak perlu diragukan lagi, ya itulah Belanda.
Belanda menunjukkan bahwa mereka masih memerlukan ide-ide segar dari pihak lain
di luar negerinya. Belanda ingin mengajak negara lain untuk belajar manajemen
air dengan baik seperti mereka. Di Indonesia, Holland Water Challenge pertama kali diadakan pada tahun 2014.
Untuk sementara Holland Water Challenge
mempunyai 7 program yaitu: Australia-Netherlands
Water Challenge, Indonesia-Netherlands Water Challege, Urban Water Rebels, Singapore-Netherlands
Water Challenge, China-Netherlands Water Challenge, Vietnam-Netherlands Water Challenge, dan Myanmar-Netherlands Water Challenge. Ayo para muda
Indonesia apakah kamu penjawab tantangan yang selanjutnya?
![]() |
sumber: http://www.hollandwaterchallenge.nl/ |
Referensi: